Bandar Lampung, 19 Januari 2026 – Sebuah keharmonisan antara kasih sayang dan kedisiplinan terpancar nyata di lingkungan madrasah pada Senin pagi ini. Rangkaian kegiatan yang disusun dengan penuh khidmat ini menjadi bukti nyata komitmen madrasah dalam membentuk karakter siswa, baik dari sisi adab maupun nasionalisme.
Pagi hari diawali dengan pemandangan yang menyejukkan hati. Sebelum aktivitas belajar mengajar dimulai, Kepala Madrasah bersama jajaran staf Tata Usaha (TU) dan seluruh dewan guru telah bersiap di pintu gerbang utama.
Dengan senyuman yang tulus dan sapaan ramah, para pendidik ini menyambut kedatangan siswa-siswi satu per satu. Tradisi ini bukanlah sekedar rutinitas pagi, melainkan sebuah simbol bahwa setiap langkah siswa di madrasah ini selalu dibimbing dengan kasih sayang. Aura positif yang terpancar di gerbang menjadi energi tambahan bagi para siswa untuk memulai hari dengan penuh semangat.

Memasuki pukul 07.00 WIB, suasana berubah menjadi khidmat saat Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih dimulai. Kali ini, sorot mata teringat pada Siswa Kelas V Ibnu Khaldun yang bertugas sebagai pelaksana upacara.
Dengan langkah tegap yang berirama dan disiplin tinggi, tim pengibar bendera dari kelas V Ibnu Khaldun berhasil menjalankan tugas mereka dengan sangat memukau. Kelancaran memutar prosesi upacara ini menuai decak kagum dari seluruh peserta, membuktikan bahwa persiapan yang matang dan rasa tanggung jawab telah tertanam kuat di jiwa para siswa kelas V tersebut.

Bertindak sebagai Pembina Upacara, Ibu Lisda, S.Ag. , memberikan amanat yang sangat mendalam dan menyentuh sanubari. Beliau memberikan penekanan khusus pada tema Kebersihan Lingkungan . " Kebersihan adalah identitas kita sebagai Muslim. Madrasah yang asri dan bersih bukan hanya tanggung jawab satu orang, melainkan cerminan dari hati kita semua yang mencintai keindahan dan kesehatan ," pesan Ibu Lisda dalam pidatonya yang penuh kharisma.

Beliau mengajak seluruh warga madrasah untuk menjadikan kebersihan sebagai bagian dari gaya hidup, selaras dengan nilai-nilai Islami yang menjunjung tinggi kesucian. Pesan ini diharapkan mampu membangkitkan kesadaran kolektif untuk menjaga lingkungan belajar yang nyaman dan penuh keberkahan. Upacara ditutup dengan doa bersama, menandai dimulainya pekan pembelajaran dengan semangat baru yang lahir dari senyuman guru dan tekad menjaga kebersihan.

